Saturday, October 6, 2012


PERCOBAAN ASAM BASA

PRAKTIKUM I : Membedakan Larutan Asam, Larutan Basa dan Larutan Netral

Tujuan :

Kegiatan ini bertujuan untuk membedakan larutan asam , larutan basa dan larutan netral dengan indikator asam-basa dan indikator PH (indikator universal)

 

Dasar teori :

          Keasaman atau kebasaan suatu zat tergantung pada banyak ada tidaknya ion H+ (untuk asam) dan ion OH- (untuk basa) dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.

          Pada tahun 1884 suante arhenius mengemukakan teori tentang asam dan basa yaitu teori asam basa arhenius . menurutnya , asam adalah suatu zat yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dimana ion tersebut merupakan satu-satunya ion yg ada dalam larutan . Basa merupakan zat yg apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH- ,dan ion tersebut merupakan ion satu-satunya yg ada di dalam larutan.

          Pada tahun 1923 ahli kimia denmark bernama T.N lowry mengemukakan teori yg bernama teori asam basa Broansted-lowry , yg berbunyi suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam , dan suatu zat penerima proton (proton aseptor) disebut basa . Dari definisi tersebut maka suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjugasi dari asam tersebut . Demikian pula dengan basa , setelah menerima proton akan membentuk asam konjugasi dari basa tersebut.

          Pada tahun 1932  G.N lewis menyatakan teori yg berbunyi basa adalah zat yg memiliki satu atau lebih pasangan elektron bebas yg dapat di berikan kepada zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi , sedangkan asam adalah zat yg dapat menerima pasangan elektron tersebut.

 

Alat :

-         gelas kimia

-         pipet

-         plat tetes

-         kertas lakmus merah

-         kertas lakmus biru

-         indikator universal

Bahan :

-         Berbagai macam larutan :

a.     air sumur

b.     air sabun

c.      larutan NaCL

d.     Larutan NH4OH

e.      Larutan Ba(OH)2

f.       Larutan Ca(OH)2

g.     Larutan CH3COOH

h.     Larutan HCl

Cara kerja :

1.     Menyiapkan air sumur, air sabun, larutan , larutan , larutan , larutan , larutan , dan air kapur ke dalam gelas kimia.

2.     Mengambil larutan satu persatu menggunakan pipet, kemudian diletakkan ke dalam plat tetes.

3.     Mencelupkan kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, dan indikator universal sebagai indikaor asam-basa.

4.     Mengamati perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, dan indikator universal.

Hasil Pengamatan :

no
Sampel
Lakmus merah
Lakmus biru
Sifat
pH indikator
1.
Air sumur
tetap
tetap
Netral
7
2.
Air sabun
tetap
tetap
Netral
7
3.
larutan NaCL
tetap
tetap
Netral
7
4.
Larutan NH4OH
berubah
tetap
Basa
10
5.
Larutan Ba(OH)2
berubah
tetap
Basa
14
6.
Larutan Ca(OH)2
berubah
tetap
Basa
11
7.
Larutan CH3COOH
tetap
berubah
Asam
3
8.
Larutan HCl
tetap
berubah
Asam
1

 

Pembahasan Hasil Pengamatan :

          Dari percobaan yang telah dilakukan, kita dapat mengamati larutan apa saja yang bersifat asam, basa, maupun netral . larutan yang bersifat asam diantaranya : larutan CH3COOH dan larutan HCl . larutan yang bersifat basa diantaranya : larutan NH4OH, larutan Ba(OH)2 dan larutan Ca(OH)2 sedangkan larutan yang bersifat netral adalah air sumur, air sabun dan larutan NaCl.

 

 

Kesimpulan :

Kesimpulan yang dapat di peroleh dari pratikum ini adalah  :

Masing-masing larutan memiliki sifat yang berbeda-beda . Ada yg bersifat asam , basa maupun netral . Hal ini ditentukan oleh ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa) dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS KIMIA

PRAKTIKUM LARUTAN ASAM BASA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Nama Kelompok : Dayu Intan

                              Hilman Hasbi S.

                              Ines Prita A.

                              Latiefah A.

                              Rizqy Samsul A.

                              Widya Annisa P.

 

PRAKTIKUM II : Kekuatan Asam

Tujuan :

          Untuk membandingkan pH larutan asam kuat dan asam lemah yang konsentrasinya sama.

Dasar Teori  :

Sebagaimana larutan elektrolit yang dibedakan atas elektrolit kuat dan elektrolit lemah, maka larutan asam dan larutan basa yang merupakan larutan elektrolit juga dibedakan atas asam kuat dan asam lemah. Perbedaan kekuatan larutan asam ini dipengaruhi oleh banyak sedikitnya ion-ion pembawa sifat asam yang dihasilkan saat terionisasi.

Kekuatan asam dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion H + yang dihasilkanoleh senyawa asam dalam larutannya. Berdasarkan banyak sedikitnya ion H + yang dihasilkan, larutan asam dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.

 

1.     Asam Kuat

 Asam kuat yaitu senyawa asam yang dalam larutannya terion seluruhnya  menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi asam kuat merupakan reaksi berkesudahan. Secara umum, ionisasi asam kuat dirumuskan sebagai berikut.


 


 


Atau

                                                 


 

Dengan : x  =  valensi asam

              M = konsentrasi asam

2.     Asam Lemah

Asam lemah yaitu senyawa asam yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi asam lemah merupakan reaksi kesetimbangan.Secara umum, ionisasi asam lemah valensi satu dapat dirumuskan sebagai berikut.



 

Makin kuat asam maka reaksi kesetimbangan asam makin condong kekanan, akibatnya  bertambah besar. Oleh karena itu, harga  merupakan  ukuran kekuatan asam, makin besar  makin kuat asam.

Berdasarkan persamaan di atas, karena pada asam lemah , maka persamaan di atas dapat diubah menjadi :

 


 


 

Dengan : Ka  = tetapan ionisasi asam

Konsentrasi ion  asam lemah juga dapat dihitung jika derajat ionisasinya (α) diketahui.

 


                  

 

Cara Kerja :

1.     Menyiapkan dua tabung reaksi, dan dua gelas kimia.

2.     Memasukkan 10 mL larutan HCl 0.1 M ke dalam tabung reaksi.

3.     Mengukur pH  HCl 0.1 M dengan menggunakan indikator universal.

4.     Memasukkan 95 mL air ke dalam gelas kimia, disusul dengan memasukkan 5 mL larutan HCl 0.1 M.

5.     Mengukur pH larutan setelah larutan dicampurkan.

6.     Mengulang cara kerja 1-5 dengan jenis larutan yang berbeda yaitu dengan menggunakan 5 mL  0.1 M dan 95 mL air.

 

Hasil Pengamatan :

No.
Sampel
pH
 
 
 
Sebelum + air
Setelah + air
1.
 
3
4
2.
HCl
 
1
3

 

Hasil Perhitungan :

1. 




=

 

Sesudah :





 


=

=




 

2.                                        

                                            

                                            

                                                

=                                         

Sesudah :

                                           

                              

                                   

 

Analisis Data/Pertanyaan :

1.    

 



  

 

 

2.        mengion sempurna karena  termasuk asam kuat.

3.      mengion sebagian karena  termasuk asam lemah.

4.     a.  : pengaruh pengenceran  terhadap pH, pengenceran dapat menyebabkan pH  semakin besar, artinya tingkat keasaman melemah dari 1 menjadi 3.

b.  : pengenceran menyebabkan pH  semakin besar, artinya tingkat keasaman  melemah dari 3 menjadi 4.

5.   Kesimpulan

·        Hubungan pH dengan jenis asam  : jika suatu larutan mempunyai nilai pH semakin kecil maka, larutan tersebut termasuk asam kuat, jika sebaliknya suatu larutan memiliki nilai pH semakin besar maka larutan tersebut asam lemah.

·        Pengaruh pengenceran terhadap pH larutan :

1.     Asam kuat : asam kuat yang diencerkan akan memilki nilai pH besar.

2.     Asam lemah : asam lemah yang diencerkan akan memilki nilai pH besar.

·     Hasil perhitungan dengan percobaan angka yang menunjukkan angka yang tidak sama, tetapi masih bisa dikatakan sejalan karena nilainya mendekati sama. Ini mungkin disebabkan oleh kurang teliti dalam melakukan percobaan, bisa juga alat-alat yang digunakan tidakk diicuci bersih, atau larutan bercampur dengan larutan lain.

 

 

 
PERCOBAAN ASAM BASA
PRAKTIKUM I : Membedakan Larutan Asam, Larutan Basa dan Larutan Netral
Tujuan :
Kegiatan ini bertujuan untuk membedakan larutan asam , larutan basa dan larutan netral dengan indikator asam-basa dan indikator PH (indikator universal)
 
Dasar teori :
          Keasaman atau kebasaan suatu zat tergantung pada banyak ada tidaknya ion H+ (untuk asam) dan ion OH- (untuk basa) dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.
          Pada tahun 1884 suante arhenius mengemukakan teori tentang asam dan basa yaitu teori asam basa arhenius . menurutnya , asam adalah suatu zat yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dimana ion tersebut merupakan satu-satunya ion yg ada dalam larutan . Basa merupakan zat yg apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH- ,dan ion tersebut merupakan ion satu-satunya yg ada di dalam larutan.
          Pada tahun 1923 ahli kimia denmark bernama T.N lowry mengemukakan teori yg bernama teori asam basa Broansted-lowry , yg berbunyi suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam , dan suatu zat penerima proton (proton aseptor) disebut basa . Dari definisi tersebut maka suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjugasi dari asam tersebut . Demikian pula dengan basa , setelah menerima proton akan membentuk asam konjugasi dari basa tersebut.
          Pada tahun 1932  G.N lewis menyatakan teori yg berbunyi basa adalah zat yg memiliki satu atau lebih pasangan elektron bebas yg dapat di berikan kepada zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi , sedangkan asam adalah zat yg dapat menerima pasangan elektron tersebut.
 
Alat :
-         gelas kimia
-         pipet
-         plat tetes
-         kertas lakmus merah
-         kertas lakmus biru
-         indikator universal
Bahan :
-         Berbagai macam larutan :
a.     air sumur
b.     air sabun
c.      larutan NaCL
d.     Larutan NH4OH
e.      Larutan Ba(OH)2
f.       Larutan Ca(OH)2
g.     Larutan CH3COOH
h.     Larutan HCl
Cara kerja :
1.     Menyiapkan air sumur, air sabun, larutan , larutan , larutan , larutan , larutan , dan air kapur ke dalam gelas kimia.
2.     Mengambil larutan satu persatu menggunakan pipet, kemudian diletakkan ke dalam plat tetes.
3.     Mencelupkan kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, dan indikator universal sebagai indikaor asam-basa.
4.     Mengamati perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, dan indikator universal.
Hasil Pengamatan :
no
Sampel
Lakmus merah
Lakmus biru
Sifat
pH indikator
1.
Air sumur
tetap
tetap
Netral
7
2.
Air sabun
tetap
tetap
Netral
7
3.
larutan NaCL
tetap
tetap
Netral
7
4.
Larutan NH4OH
berubah
tetap
Basa
10
5.
Larutan Ba(OH)2
berubah
tetap
Basa
14
6.
Larutan Ca(OH)2
berubah
tetap
Basa
11
7.
Larutan CH3COOH
tetap
berubah
Asam
3
8.
Larutan HCl
tetap
berubah
Asam
1
 
Pembahasan Hasil Pengamatan :
          Dari percobaan yang telah dilakukan, kita dapat mengamati larutan apa saja yang bersifat asam, basa, maupun netral . larutan yang bersifat asam diantaranya : larutan CH3COOH dan larutan HCl . larutan yang bersifat basa diantaranya : larutan NH4OH, larutan Ba(OH)2 dan larutan Ca(OH)2 sedangkan larutan yang bersifat netral adalah air sumur, air sabun dan larutan NaCl.
 
 
Kesimpulan :
Kesimpulan yang dapat di peroleh dari pratikum ini adalah  :
Masing-masing larutan memiliki sifat yang berbeda-beda . Ada yg bersifat asam , basa maupun netral . Hal ini ditentukan oleh ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa) dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
TUGAS KIMIA
PRAKTIKUM LARUTAN ASAM BASA
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Nama Kelompok : Dayu Intan
                              Hilman Hasbi S.
                              Ines Prita A.
                              Latiefah A.
                              Rizqy Samsul A.
                              Widya Annisa P.
 
PRAKTIKUM II : Kekuatan Asam
Tujuan :
          Untuk membandingkan pH larutan asam kuat dan asam lemah yang konsentrasinya sama.
Dasar Teori  :
Sebagaimana larutan elektrolit yang dibedakan atas elektrolit kuat dan elektrolit lemah, maka larutan asam dan larutan basa yang merupakan larutan elektrolit juga dibedakan atas asam kuat dan asam lemah. Perbedaan kekuatan larutan asam ini dipengaruhi oleh banyak sedikitnya ion-ion pembawa sifat asam yang dihasilkan saat terionisasi.
Kekuatan asam dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion H + yang dihasilkanoleh senyawa asam dalam larutannya. Berdasarkan banyak sedikitnya ion H + yang dihasilkan, larutan asam dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
 
1.     Asam Kuat
 Asam kuat yaitu senyawa asam yang dalam larutannya terion seluruhnya  menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi asam kuat merupakan reaksi berkesudahan. Secara umum, ionisasi asam kuat dirumuskan sebagai berikut.
 

 

Atau
                                                 

 
Dengan : x  =  valensi asam
              M = konsentrasi asam
2.     Asam Lemah
Asam lemah yaitu senyawa asam yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi asam lemah merupakan reaksi kesetimbangan.Secara umum, ionisasi asam lemah valensi satu dapat dirumuskan sebagai berikut.
 
Makin kuat asam maka reaksi kesetimbangan asam makin condong kekanan, akibatnya  bertambah besar. Oleh karena itu, harga  merupakan  ukuran kekuatan asam, makin besar  makin kuat asam.
Berdasarkan persamaan di atas, karena pada asam lemah , maka persamaan di atas dapat diubah menjadi :
 
 
 
Dengan : Ka  = tetapan ionisasi asam
Konsentrasi ion  asam lemah juga dapat dihitung jika derajat ionisasinya (α) diketahui.
 
                  
 
Cara Kerja :
1.     Menyiapkan dua tabung reaksi, dan dua gelas kimia.
2.     Memasukkan 10 mL larutan HCl 0.1 M ke dalam tabung reaksi.
3.     Mengukur pH  HCl 0.1 M dengan menggunakan indikator universal.
4.     Memasukkan 95 mL air ke dalam gelas kimia, disusul dengan memasukkan 5 mL larutan HCl 0.1 M.
5.     Mengukur pH larutan setelah larutan dicampurkan.
6.     Mengulang cara kerja 1-5 dengan jenis larutan yang berbeda yaitu dengan menggunakan 5 mL  0.1 M dan 95 mL air.
 
Hasil Pengamatan :
No.
Sampel
pH
 
 
 
Sebelum + air
Setelah + air
1.
 
3
4
2.
HCl
 
1
3
 
Hasil Perhitungan :
1. 
=
 
Sesudah :
 
=
=
 
2.                                        
                                            
                                            
                                                
=                                         
Sesudah :
                                           
                              
                                   
 
Analisis Data/Pertanyaan :
1.    
 
  
 
 
2.        mengion sempurna karena  termasuk asam kuat.
3.      mengion sebagian karena  termasuk asam lemah.
4.     a.  : pengaruh pengenceran  terhadap pH, pengenceran dapat menyebabkan pH  semakin besar, artinya tingkat keasaman melemah dari 1 menjadi 3.
b.  : pengenceran menyebabkan pH  semakin besar, artinya tingkat keasaman  melemah dari 3 menjadi 4.
5.   Kesimpulan
·        Hubungan pH dengan jenis asam  : jika suatu larutan mempunyai nilai pH semakin kecil maka, larutan tersebut termasuk asam kuat, jika sebaliknya suatu larutan memiliki nilai pH semakin besar maka larutan tersebut asam lemah.
·        Pengaruh pengenceran terhadap pH larutan :
1.     Asam kuat : asam kuat yang diencerkan akan memilki nilai pH besar.
2.     Asam lemah : asam lemah yang diencerkan akan memilki nilai pH besar.
·     Hasil perhitungan dengan percobaan angka yang menunjukkan angka yang tidak sama, tetapi masih bisa dikatakan sejalan karena nilainya mendekati sama. Ini mungkin disebabkan oleh kurang teliti dalam melakukan percobaan, bisa juga alat-alat yang digunakan tidakk diicuci bersih, atau larutan bercampur dengan larutan lain.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment