AEROSOL
Aerosol
didefinisikan sebagai partikel padat atau cair yang tersuspensi di udara.
Aerosol terdiri dari dari sistem dua fasa yang terdiri dari partikel dan gas
dimana partikel-partikel tersebut tesuspensi didalamnya. Oleh karena itu
istilah aerosol menunjuk pada campuran yaitu antara partikel dan gas. Partikel
debu tanah yang tersuspensi di udara, asap yang keluar dari cerobong pabrik,
partikel garam dari percikan air laut, tetes air awan, dan lain-lain sejenisnya
merupakan contoh dari aerosol. Dalam beberapa keadaan, aerosol bersifat tidak
stabil sehingga sifatnya berubah-ubah terhadap waktu. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat
disebur aerosol padat. Contoh aerosol padat : debu buangan knalpot . sedangkan
yang terdispersi berupa zat cair disebut aerosol cair. Contoh aerosol cair :
hairspray dan obat semprot.
EMULSI
Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain disebut
emulsi
Emulsi
adalah suatu disperse di mana fase terdispers terdiri dari bulatan-bulatan
kecil zat cair yang terdistribusi ke seluruh pembawa yang tidak bercampur.
Emulsi
adalah suatu system heterogen, yang terdiri dari tidak kurang dari sebuah fase
cair yang tidak bercampur, yang terdispersi dalam fase cair lainnya, dalam
bentuk tetesan-tetesan, dengan diameter secara umum, lebih dari 0,1 μm
Secara
umum, emulsi merupakan system yang terdiri dari dua fase cair yang tidak
bercampur, yaitu fase dalam (internal) dan fase luar (eksternal).
Syarat terjadinya emulsi
ini adalah kedua jenis zat cair itu tidak saling melarutkan. Emulsi dapat
digolongkan kedalam dua bagian,yaitu emulsi minyak dalam air (M/A) atau emulsi
air dalam minyak (A/M). Dalam hal ini,minyak juga diartikan sebagai semua zat
cair yang tidak bercampur dengan air.
Contoh emulsi minyak
dalam air (M/A) : santan,susu dsb
Contoh emulsi air dalam minyak (A/M) : mayonaise,minyak bumi ,minyak
ikan
Emulsi terbentuk
karena pengaruh suatu pengemulsi (emulgator)
Emulsi Padat atau gel
Gel adalah emulsi dalam medium pendispersi zat padat, dapat juga dianggap sebagai hasil bentukkan dari penggumpalan sebagian sol cair. Partikel-partikel sol akan bergabung untuk membentuk suatu rantai panjang pada proses penggumpalan ini. Rantai tersebut akan saling bertaut sehingga membentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi cair terperangkap dalam lubang-lubang struktur tersebut. Sehingga, terbentuklah suatu massa berpori yang semi-padat dengan struktur gel. Ada dua jenis gel, yaitu:
(i) Gel elastis
Karena ikatan partikel pada rantai adalah adalah gaya tarik-menarik yang relatif tidak kuat, sehingga gel ini bersifat elastis. Maksudnya adalah gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat kembali ke bentuk awal bila gaya tersebut ditiadakan. Gel elastis dapat dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang cukup pekat. Contoh gel elastis adalah gelatin dan sabun.
(ii) Gel non-elastis
Karena ikatan pada rantai berupa ikatan kovalen yang cukup kuat, maka gel ini dapat bersifat non-elastis. Maksudnya adalah gel ini tidak memiliki sifat elastis, gel ini tidak akan berubah jika diberi suatu gaya. Salah satu contoh gel ini adalah gel silica yang dapat dibuat dengan reaksi kia; menambahkan HCl pekat ke dalam larutan natrium silikat, sehingga molekul-molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel silika.
Beberapa sifat gel yang penting adalah:
- Hidrasi
Gel non-elastis yang terdehidrasi tidak dapat diubah kembali ke bentuk awalanya, tetapi sebaliknya, gel elastis yang terdehidrasi dapat diubah kembali menjadi gel elastis dengan menambahkan zat cair.
- Menggembung (swelling)
Gel elastis yang terdehidrasi sebagian akan menyerap air apabila dicelupkan ke dalam zat cair. Sehingga volum gel akan bertambah dan menggembung.
- Sineresis
Gel anorganik akan mengerut bila dibiarkan dan diikuti penetesan pelarut, dan proses ini disebut sineresis.
- Tiksotropi
Beberapa gel dapat diubah kembali menjadi sol cair apabila diberi agitasi atau diaduk. Sifat ini disebut tiksotropi. Contohnya adalah gel besi oksida, perak oksida, dsb.
Sistem koloid dari zat cair yang
terdispersi dalam zat padat dan bersifat setengah kaku disebut gel. Gel dapat
terbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya mengadsropsi medium
dispersinya sehingga terjadi koloid yang agak padat. Contoh gel : agar-agar,
semir sepatu, mutiara, mentega.
Koloid yang setengah kaku (antara padat dan
cair) disebut gel. Contoh: agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun, dan
gel silika. Gel dapat terbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya
mengadsorpsi medium dispersinya sehingga terjadi koloid yang agak padat.
No comments:
Post a Comment